Kembali Menjadi Ibu

Setelah menikah dan punya anak, Bona Dea Kometa (28) sempat menghilang dari panggung modeling. Perempuan cantik yang pernah mengikuti berbagai kompetisi dari wajah sampul, Miss WRP, hingga Miss Universe ini perlahan eksis kembali. Apalagi setelah menjadi ­ nalis Asia’s Next Top Model Cycle 2, tahun 2013 yang ditayangkan tahun ini. “Ajang Asia’s Next Top Model merupakan momentumku untuk come back ke dunia modeling.

Waktu ikut audisi Asia’s Next Top Model usiaku di batas akhir persyaratan, yaitu 27 tahun. Kebetulan suami turut mendukung. Menurutnya ini kesempatan langka dan bisa menjadi pengalaman yang diceritakan pada anak kelak. Saat itu aku sudah punya anak usia 3,5 tahun. Para juri ternyata tertarik pada background-ku: ibu yang punya anak, yang berusaha kembali ke dunia modeling.

Setelah melalui beberapa tahap, aku masuk ke semi­ nal. Ketika lolos itu aku sudah harus siap dengan konsekuensinya, yaitu masuk karantina selama 8 bulan tanpa ada komunikasi (dengan keluarga). Meskipun berat, aku mulai menyusun rencana untuk memberitahunya secara perlahan.” Mantan penyiar radio yang kini bekerja sebagai trainer pada sekolah presenter dan public speaking Talkinc ini senang bisa masuk nominasi.

Namun, akhirnya ia panik dan menangis karena ingat harus meninggalkan Ratu Amabel le Muhammad (4) untuk dikarantina di Singapura. “Aku punya waktu satu minggu untuk mempersiapkan semuanya. Jadi, aku buatkan list untuk papa dan mertuaku yang turut membantu di rumah. Isinya kontak dokter Mabel dan tempat praktiknya, jadwal makan dan menu harian, jadwal les serta jadwal pembayarannya, jadwal tidur, dan sebagainya.

Waktu itu semua anggota keluarga berkolaborasi membantu,” kenang Bona. “Oleh temanku yang psikolog, aku diminta membuat perasaan Mabel secure. Untuk itu, aku disarankan mengajari Mabel sistem penanggalan kalender. Kami tandai waktu selama 8 minggu dan kapan tanggal aku kembali pulang. Jadi, setiap bangun pagi dia bisa menyilang tanggal hari itu. Aku tinggalkan juga aksesori yang bisa dia mainkan kalau sedang kangen.

Sementara, aku pun membawa beberapa barangnya dan foto keluarga. Di sana aku berdoa semoga Mabel baik-baik saja tidak sedih dan sakit. Aku juga minta tolong gurunya untuk lebih memerhatikan Mabel agar selalu happy di sekolah. Ternyata akhirnya aku di Singapura hanya 3 minggu karena tereleminasi. Tak ada rasa sedih, karena saya bisa kembali menjalankan peran sebagai ibu, dan tidak merepotkan orang-orang lagi.”

Untuk mendapatkan informasi lebih mengenai dunia parenting simak juga situs parenting dan pendidikan anak di internet yang bisa diakses dimana saja.